Outing Class di Taman Balekambang Solo

Solopos – Dengan sedikit ragu-ragu, Hanif mulai meraih tali tambang yang tergantung di atas pohon, itu. Diiringi teriakan memberi semangat teman-teman di belakangnya ia mengumpulkan semua keberaniannya dan mulai berayun dengan tali ke seberang pohon. Meski tali tambang itu hanya tergantung kurang dari setengah meter di atas tanah. Namun bagaimanapun untuk bocah umur delapan tahun seperti Hanif, permainan outbondAouw Tarzan Kota ini menjadi satu tantangan menakutkan tersendiri.

 

Itulah sedikit gambaran yang bercerita tentang kegiatan yang dilakukan para siswa SDII Al Abidin di Taman Balekambang, Kamis (19/11). Ya, hari kemarin para murid kelas II sebanyak 92 siswa digiring para guru dan tim The Best Camp ke Balekambang untuk mengikuti kegiatan outbond.
Outbond yang berlangsung sekitar 2,5 jam berisi berbagai permainan yang mesti diselesaikan setiap siswa di tujuh pos permainan berbeda. Permainan di setiap pos bermacam-macam seperti permainan memindahkan air, roda raksasa, puzzle manusia, jembatan bambu, kaki gajah, jembatan kertas dan tak ketinggalan aouw tarzan kota yang dirangkai dengan meniti tali.

Agenda Rutin
Satu-persatu permainan yang dimainkan bukan hanya untuk mengajak siswa aktif bergerak saja. Namun di setiap permainan terkandung muatan nilai-nilai positif yang bakal tertanam di benak para siswa. “Kegiatan ini memang bertujuan untuk mengajarkan kekompakan kepada siswa, selain itu di berbagai permainan tadi juga termuat pesan tentang kepercayaan terhadap teman, kerja sama dan keberanian,” kata Ayub Widodo, salah satu staf pengajar SDII Al Abidin.

Beberapa contohnya adalah permainan auow tarzan kota, katanya, dapat mengajarkan keberanian bagi siswa. Kemudian permainan jembatan bambu dan kaki gajah yang termuat nilai-nilai kerja sama dan kekompakan.

Outbond, telah menjadi agenda rutin dari SDII Al Abidin. Jika sekolah lain mempersiapkan Ujian Akhir Nasional (UAS) dengan menggenjot pembelajaran, namun SDII Al Abidin persiapan UAS dengan kegiatan outbond.

Menurut Ayub, dengan outbond membuat para siswa lebih fresh dalam menghadapi UAS. “Terbukti setiap sebelum UAS mengadakan outbond, hasil UAS para siswa kami mengalami peningkatan,” ujar Ayub.

Kegembiraan dan pikiran yang fresh memang dibutuhkan siswa untuk menghadapi UAS. Seperti yang telah dirasakan Hanif dalam kegiatan itu. “Tadi (kemarin-red) saya paling senang saat permainan pindah air, tapi aku juga senang di sini bisa main sama rusa-rusa,” tutur Hanif.
(Bagus Sandi Tratama)